Close guard, dalam bahasa Portugis guarda fechada, di masa ini dianggap sebagai salah satu dasar teknik guard dalam jiu jitsu, sering diklasifikasikan sebagai garis pertahanan pertama dari semua teknik guard. Sebuah guard disebut close (guard) begitu kedua kaki praktisi BJJ tersebut dililitkan di pinggang partner latihannya dan kaki-kaki itu disilangkan (mengunci), menahan pinggul partner-nya selalu dekat dengan dirinya.
Sejarah Singkat
Seperti halnya teknik guard lainnya dalam jiu jitsu, close guard bukanlah ciptaan BJJ, teknik tersebut telah digunakan sejak awal mula pertandingan gulat berabad-abad yang lalu. Namun, itu adalah posisi yang sangat mendasar dengan sangat sedikit pengembangan (jika tidak dikatakan dengan tidak ada) di Brasil hingga akhir 1970-an, awal 1980-an. Ketika diwawancarai oleh BJJ Heroes, Otavio “Peixotinho” yang melegenda menyebutkan bahwa sebelum tahun 80-an moto Gracie adalah: “armbar hanya dicapai dengan posisi open guard“.
Sejarah close guard ‘booming’ dalam jiu jitsu dimulai di kelas Osvaldo Alves di dalam Clube Olímpico (kasino klandestin, disamarkan sebagai pusat rekreasi di Copacabana Rio de Janeiro). Master Osvaldo mengajar sebuah kelas di sana menggunakan istilah jiu jitsu, meskipun dalam kenyataan teknik jiu jitsu-nya terbatas. Dia sebenarnya seorang judoka, tetapi karena dia harus membayar biaya lisensi untuk mengajar, sebagai gantinya dia memutuskan untuk menyebutnya sebagai kelas jiu jitsu. Alves dikenal dalam komunitas grappling di Brasil, ia pernah tinggal di Jepang dan memiliki hubungan dekat dengan keluarga Gracie, karena alasan itulah banyak siswa dari berbagai klub secara teratur mengunjungi akademinya, di antara pengunjung tetapnya adalah Otavio “Peixotinho” dan Márcio dos Santos (siswa Carlson Gracie) yang memulai pertukaran antara teknik dasar judo dan teknik close guard Gracie jiu jitsu. Dua siswa top Osvaldo, Sergio Penha dan Pascoal Magalhães Duarte bertukar pikiran selama berjam-jam tanpa akhir dengan Peixotinho.
Dengan cepat komunitas dengan ikatan yang kuat ini mulai membuat terobosan besar dalam kancah kopetisi jiu jitsu. Peixotinho men-submit Sylvio Behring dengan teknik armbar dari posisi close guard, teknik yang dikembangkan oleh grupnya. Pascoal Duarte melakukan hal yang sama dengan Royce Gracie dan Sergio Penha menjadi salah satu kompetitor terberat yang pernah dilihat olah raga hanya dalam waktu 3 tahun pelatihan, sebuah rekor dalam jiu jitsu.
Closed guard dengan cepat menjadi tren, dan diadopsi oleh banyak elit jiu jitsu, ini membantu membentuk posisi ini menjadi teknik dasar dalam jiu jitsu, terutama dengan pertimbangan mudah diadaptasi untuk no gi, vale tudo (MMA) dan sel defence, dimana semua itu merupakan aspek penting dari jiu jitsu pada masa itu.
Teknik penting lainnya yang sering dikaitkan dengan komunitas ini adalah triangle choke. Di Brasil, teknik choke ini sudah ada jauh sebelum teknik close guard, namun, bagi mereka yang ingat, di masa lalu sering dikatakan bahwa itu bukan teknik yang sangat efektif karena mereka tidak menggunakan lengan untuk memperketat choke, penemuan cerdas yang menyempurnakan choke diperkenalkan oleh Sergio Penha dan rekan-rekannya yang menggunakan triangle choke yang di awali set up dari posisi close guard.
Menjadi salah satu teknik jiu jitsu yang paling teruji karena usianya yang sudah panjang dan serba guna, close guard mulai kehilangan dominasinya dalam olahraga jiu jitsu pada pergantian milenium, karena pilihan para praktisi jiu jitsu pada teknik guard lain yang muncul belakangan seiring berjalannya waktu. Tetapi close guard masih diajarkan di sebagian besar akademi BJJ sebagai teknik guard dasar dalam jiu jitsu.
Sumber: bjjheroes.com